Sabtu, 30 April 2016

BAHKAN SEORANG "BENTO"PUN BUTUH FOREX

Seperti janji saya mengapa seorang "bento"pun butuh forex. 


Jika hidup anda fine-fine saja mungkin gak butuh ilmu ini, tapi bagaimana jika suatu saat sampeyan dapat musibah, sakit misalnya. Anak masih kecil2. Anda cuma berbaring, yang hidup hanya jari dan otak anda? Ayo jawab.

Harta sampean akan habis untuk berobat, untuk kebutuhan hidup. Yoo stres ra... pasti sutris..., mengeluh ga ada gunanya, metintih malah di guyu pithi, mau marah...nyalahin sakit...itu sama dengan nyalahin Tuhan bok.

Ada hal laen, umur kita ga tambah muda ya kan, saat tambah tua kita semakin tidak produktif, awak wis gloyoren. Jika kita pengusaha konvensional, maka jualan pun sudah tidak selincah dulu. Kemudian jualan sepi, sutris lagi....

Jika kita karyawan....kita suatu saat pangsiun, sementara kebutuhan hidup masih banyak. Anak blom lulus kuliah, atau bahkan kita belum belikan rumah untuk anak cucu.

Siapa yang ga pingin menyenangkan keluarganya. Jika kita mampu menyiapkan itu untuk keluarga dan mendidik mereka untuk mengelola harta dengan baik, menjadi manusia yang baik, saling tolong, dan mereka bisa menjadi orang orang yang baik, maka hidup anda jadi lebih bermanfaat.

"Hartaku gak habis 7 turunan". Ya tapi pas turunan ke 8 langsung kere,susah, trus gimana. Dan cuma sedikit orang yang bisa bertahan hartanya sampai 7 turunan. Kecuali orang orang yang meninggalkan ilmu, meninggalkan metode cara mengolah harta juga anda meninggalkan warisan modal.



0 komentar:

Posting Komentar