Rabu, 21 September 2016

5 TAHAPAN MENJADI TRADER

5 Langkah Menjadi Trader Sukses

Menjadi seorang trader, seperti profesi lain, bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak orang ingin menjadi trader yang sukses, namun melupakan bahwa menjadi trader sukses adalah suatu proses. Ada beberapa tahap yang harus dilewati oleh seorang trader sebelum menjadi trader yang sukses. Baca artikel ini untuk mengetahui 5 langkah menjadi trader sukses

5 Langkah Menjadi Trader Sukses bukanlah artikel yang saya tulis sendiri. Saya menemukannya di internet, aslinya di dalam bahasa Inggris. Ada juga terjemahan bahasa Indonesianya, tetapi sangat amburadul. Akhirnya saya perbaiki dan terjemahkan secara bebas karena menurut saya artikel ini menarik.

LEVEL 1: UNCONSCIOUS INCOMPETENCE

Langkah pertama, dimulai ketika Anda membuka akun trading. Anda menjadi trader karena mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur perusahaan besar. Lagi pula saat simulasi dengan virtual trading, Anda berhasil mendapatkan profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?

Anda mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan sampai beberapa puluh persen per hari, namun itu semua hanyalah hoki saja. Anda pada awalnya mungkin hanya mengandalkan 1 indikator saja, atau bahkan hanya dengan insting, toh Anda bisa profit. Namun sayangnya, market akan mengalahkan Anda. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. Kerugian demi kerugian menghampiri Anda. Anda mencoba bertahan sampai modal habis.

Anda sama sekali tidak menyadari bahwa Anda tidak bisa trading. Anda tetap mengira Anda bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya. Anda tetap mengira bahwa Anda adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan Anda tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Anda tidak mempunyai sistem yang komplit, dikuasai oleh emosi Anda, dan selalu averaging posisi jika loss karena marah (ANGER) pada market. Anda selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena Anda dikuasai oleh ketamakan (GREED). Anda selalu takut mengambil posisi ( FEAR). Anda membiarkan diri Anda dikuasai oleh emosi sehingga modal semakin tergerus.

90% orang yang gagal menjadi trader hanya sampai pada level ini. Mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka.Sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap memasukkan dana dan trading seperti orang gila. Dalam sebulan atau dua bulan margin habis. 90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% yang sadar dan pindah ke level 2.

LEVEL 2: CONCIOUS INCOMPETENCE

Di level ini Anda sadar bahwa Anda tidak bisa trading, Anda tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan Anda tahu solusinya, Anda sadar bahwa selama di level 1 pikiran Anda dikaburkan oleh emosi Anda sehingga Anda tidak bisa berpikir secara jernih. Di level ini Anda akan mencari holy grail ( sIstem yang sempurna, sIstem yang 100% profit, sIstem yang tidak pernah loss), Anda mulai membeli sIstem yang ada di internet, Anda membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia. Anda baca semua ebook yang ada, Anda praktekan semua sIstem yang Anda peroleh. Anda haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini Anda akan membaca semua detail tentang indikator, bahkan Anda mungkin akan membuat indikator sendiri. Anda akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya. Anda tahu bahwa market terlalu rumit untuk diprediksi hanya dengan 1 indikator saja. Anda tahu kombinasi ideal dari masing-masing indikator. Anda tahu persis keunggulan indikator tersebut dan juga kelemahannya.

Anda akan mencoba menebak titik terbawah dan teratas market dengan indicktor tersebut. Anda akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. Namun ini belum berakhir, masih panjang jalan untuk menjadi trader sukses. Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.

LEVEL 3: THE EUREKA MOMENT

Pada akhir level 2, Anda akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di sistem. Anda menyadari bahwa Anda bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan sistem yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika Anda bisa menggunakan kepala Anda dan money management yang benar. Anda mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak Anda menyadari satu hal yang penting. Di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market, bahkan untuk 30 detik kemudian. Anda mulai menguasai satu sistem trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter Anda, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan sistem yang asli. Anda mulai trading jika Anda tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, Anda hanya trading jika ada signal dari sistem Anda. Anda selalu menggunakan stoploss, karena Anda tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading. Ketika stoploss Anda kena, Anda tidak emosi karena tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan Anda.

Anda seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada sistem, psikologi trading dan money management. Dan kedisiplinan untuk melakukan sistem tersebut apapun yang terjadi. Anda mempelajari tentang money management lebih lanjut, 2% risk, dan hal lainnya. Hal ini mengingatkan Anda 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama dan Anda memilih untuk mengacuhkannya. Ketika itu Anda memang belum siap namun sekarang sudah.

Di level pencerahan, otak Anda akan menerima bahwa Anda tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa. Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

LEVEL 4: CONSCIOUS COMPETENCE

Oke, Sekarang Anda hanya trading jika dan hanya jika sIstem Anda memberi signal. Anda cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena Anda tahu sistem Anda akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang Anda lakukan adalah resiko bisnis yaitu maksimal 2% dari akun Anda.

Di level ini Anda memulai target dengan profit cukup kecil, dan setelah Anda mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, Anda meningkatkan target. Dan hal itu pada akhirnya mampu Anda lakukan. Anda memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki sistem Anda, menguasai emosi Anda, dan melaksanakan money management. Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

LEVEL 5: UNCONSCIOUS COMPETENCE

Nah sekarang Anda sampai di level 5. Ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini. Di level ini Anda bisa trading secara alami, Anda telah menguasai semuanya. Anda bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, Anda telah open di posisi yang benar, jadi Anda tinggal melihat profit Anda bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, Anda telah menguasai emosi Anda dan kini Anda trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang Anda peroleh. Anda akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang Anda katakan, Anda kenal dengan pertanyaan mereka, karena Anda ada diposisi mereka beberapa tahun yang lalu. Anda akan memberikan saran bagi mereka, namun Anda tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

Anda tidak akan mempunyai masalah finansial lagi, Anda mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual. Anda bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, Anda bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana. Anda mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, Anda bisa membuat buku sendiri, Anda bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan akun Anda akan berlipat-lipat dari nilai awal.

Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.
Sekarang Anda bisa dengan bangga berkata " SAYA SEORANG TRADER".

Jumat, 09 September 2016

Bagaimana Cara Mendapatkan Uang Dari Forex

Bagaimana Mendapatkan Uang Dari Trading Forex
Logika sederhana, dan cara berbisnis

Pendahuluan
Di dalam pasar FX kita membeli atau menjual mata uang. Dimana mekanisme perdagangan adalah sangat mirip dengan di pasar lain pada umumnya(semisal saham). Jadi cukup sederhana, dan apabila anda telah memiliki pengalaman dalam saham seyogyanya Anda tidak akan menemui kesulitan didalam melakukan trading forex. Tujuan dari perdagangan forex adalah mengharapkan bahwa harga akan berubah dimana mata uang yg anda beli mengalami peningkatan nilai, sehingga Anda memperoleh keuntungan dari selisih nilai tersebut.

Contoh PerdaganganEURUSD
Anda membeli 10,000 euros pada pair EUR/USD pada nilai tukar 1.18+10,000-11,800*
1 minggu kemudian, anda menukar 10,000 kembali ke US dollar pada nilai tukar 1.2500.-10,000+12,500**
Anda memperoleh keuntungan $700.0+700

Nilai tukar/Rate adalah rasio satu mata uang yang dinilai terhadap mata uang lain.
Misalnya, nilai tukar USD / CHF menunjukkan berapa banyak dolar AS dapat membeli satu franc Swiss, atau berapa banyak Swiss franc Anda perlu membeli satu dolar AS.

Penulisan pasangan/pair forex selalu ditulis dalam pasangan, seperti GBP/USD atau USD/JPY. Alasan mengapa mereka ditulis dalam pola pasangan, adalah karena dalam setiap transaksi valuta asing kita secara bersamaan membeli satu mata uang dan menjual yang lain.

Berikut adalah contoh nilai tukar untuk poundsterling versus dolar AS: GBP/USD = 1,7500 Mata uang pertama yang tercantum di sebelah kiri garis miring ("/") dikenal sebagai mata uang dasar (dalam contoh ini, Poundsterling Inggris), sedangkan yang kedua di sebelah kanan disebut mata uang counter(dalam contoh ini, dolar AS).

Ketika membeli, nilai tukar memberitahu berapa banyak Anda harus membayar untuk membeli satu unit mata uang dasar. Dalam contoh di atas, Anda harus membayar 1,7500 dolar AS untuk membeli 1 poundsterling Inggris.

Dalam perdagangan forex, Anda akan membeli sebuah pair/pasangan jika Anda percaya bahwa nilai mata uang dasar akan meningkat atau naik. Dan sebaliknya, Anda akan menjual pasangan jika Anda berpikir mata uang dasar akan terdepresiasi (turun) relatif terhadap mata uang counter.

Transaksi Forex
Beli / Jual (Buy/Sell)
Dalam perdagangan forex istilah yg umum digunakan adalah:
Buy atau Long atau Beli : Jika Anda berpikir mata uang dasar akan naik.
Sell atau Short atau Jual : Jika Anda berpikir mata uang dasar akan turun.

Selisih Penawaran dan Permintaan(Bid/Ask Spread)
Penawaran(Bid) adalah harga di mana Anda sebagai pedagang akan menjual mata uang dasar.
Permintaan(Ask) adalah harga di mana Anda sebagai pedagang akan membeli mata uang dasar.
Harga penawaran adalah selalu lebih rendah dari permintaan, dan selisih tersebut sering disebut dengan nama Spread. Dalam perdagangan forex didalam selisih ini broker biasanya mengambil keuntungan sebagai biaya jasa mereka.

Close / Tutup Transaksi
Setelah Anda membeli sebuah pair, tentunya nantinya Anda akan menjual lagi untuk merealisasikan keuntungan. Nah dalam forex hal ini populer disebut dengan Close.
Jadi:
Jika Semula Anda Buy, untuk menutup berarti CLOSE(Sell)
Jika Semula Anda Sell, untuk menutup berarti CLOSE(Buy)

Baik sampai disini Anda telah mempelajari 3 utama dalam perdagangan forex yaitu:
Buy/Sell, Close, Harga Bid/Ask, serta Spread
Selanjutnya mari kita lihat bagaimana kita bisa memperoleh uang dari trading forex(Mungkin ini yg Anda tunggu-tunggu dari tadi)

Keuntungan/Uang dari trading forex
Mari kita lihat sebuah contoh dari penawaran harga yang umum ditampilkan dalam sebuat sistem online forex trading.

     GBP/USD
   BID          ASK
1.2800.  1.2804
  SELL         BUY

Terlihat diatas bahwa spread forex pada pair GBP/USD, harga bid adalah 1,2800 dan harga ask adalah 1,2804.
Semisal saat ini Anda memperkirakan nilai GBP akan menguat/naik.
Maka Anda mengambil posisi BUY/beli GBP/USD di 1.2804
Setelah Beberapa waktu, harga berubah(Lihat tampilan dibawah)

    GBP/USD
    BID        ASK
1.2820.  1.2824
   SELL       BUY

Disini terlihat bahwa apa yg Anda prediksikan benar. Dan nilai GBP/USD bergerak naik.
Nah, saat ini adalah kesempatan Anda untuk bisa merealisasikan keuntungan dengan melakukan CLOSE(Sell), sehingga Close(Sell) GBP/USD di 1.2820

Jadi dari 1 transaksi perdagangan tadi keuntungan yg anda peroleh adalah :
1.2820 - 1.2804 = 16 Pip (Pip adalah pergerakan harga terkecil tersedia dalam mata uang).

Baik, sekarang pertanyaannya, bagaimana kalau ternyata harga GBP/USD bergerak melawan/tidak sesuai dengan perkiraan Anda.(Lihat tampilan dibawah)

     GBP/USD
     BID.     ASK
1.2770  1.2774
    SELL    BUY

Jika Anda melakukan CLOSE(sell) pada posisi ini. Berarti :
1.2770 - 1.2804 = -34 Pip(Anda rugi 34 Pip)
Nah, kapan Anda melakukan CLOSE, ini terserah dengan analisa Anda.
Apakah GBP/USD akan terus turun(sebaiknya close sekarang untuk meminimal kerugian), Atau Anda yakin GBP/USD akan kembali naik(Jangan close sekarang, tunggu naik kembali untuk mendapatkan profit(+))

Sederhana bukan...

Jadi Pip yg anda peroleh disini berarti adalah keuntungan/uang bagi ANDA.

Selanjutnya, Berapakah nilai uang dari Pip yg diperoleh.??
Pip ini akan setara dengan uang/dollar, bergantung dari jumlah lot, besar kontrak, serta leverage yg anda gunakan.
Ilustrasi perhitungannya dengan asumsi menggunakan kontrak yg standar.
Keuntungan($) = Selisih X Contract Size($) X Lot

Jadi dari contoh diatas, Keuntungan($) = 1.2820 - 1.2804(16 Pip) x 100.000($) x 1 = $160

Keuntungan bagi kita sekarang ini adalah, rata-rata semua platform/software trading dari broker telah melakukan proses perhitungan diatas seacara otomatis.
Sehingga kita dengan mudah mengetahui ekuivalen dari keuntungan kita tanpa perlu susah-susah menghitung lagi.

Okay..Semoga muanfuaat....

Komoditas Berjangka

Tahukah Anda Sejarah Pasar Komoditas Berjangka?

Konsep dasar pasar komoditas berjangka bermula dari upaya para pelaku pasar untuk mengatasi masalah yang muncul akibat fluktuasi harga dengan membentuk kontrak dimana harga tertentu disepakati kini dan produk akan dikirim beberapa waktu mendatang. Zaman sekarang, transaksi di pasar komoditas berjangka bisa dilakukan secara online. Namun ternyata, pasar berjangka sudah muncul sejak masa lampau sebelum ada kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Untuk itu, artikel ini akan membahas tentang sejarah dan pelaku pasar komoditas berjangka.

1. Latar Belakang Munculnya Pasar Komoditas Berjangka

Konsep pasar komoditas berjangka sebenarnya hampir serupa dengan apa yang sudah dilakukan pada jaman dahulu di pasar komoditas Romawi dan Yunani. Jenis komoditas tersebut biasanya berupa pasokan biji-bijian
dari negara di Afrika utara dan Mesir. Produk-produk ini berguna untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang dari Romawi kuno.

Permasalahan dan situasi yang seringkali dihadapi oleh pelaku pasar di Athena dan Romawi tersebut adalah kebutuhan akan manajemen harga, risiko pengiriman, transparansi dan informasi terbaru terkait harga di pasar. Dalam hal ini, kontrak biasanya digunakan oleh individual trader untuk menetapkan harga komoditas yang akan dikirim di masa mendatang sebagai manajemen risiko mereka dan memastikan kelancaran operasional.

Pasar komoditas berjangka yang pertama kali dibentuk secara formal adalah Dojima Rice Exchange. Pasar yang terletak di negara Jepang ini didirikan pada tahun 1730. Kontrak berjangka saat itu ditandatangani antar individual trader terlebih dahulu. Karenanya, ada beberapa masalah.

Masalah utamanya adalah tentang kepercayaan dalam sistem secara keseluruhan. Apabila harga meningkat secara substansial, penjual akan terdorong untuk menjual komoditasnya di pasar terbuka daripada ke individu yang ada di dalam kontrak dengan harga tetap yang relatif rendah.

Demikian juga jika harga menurun secara substansial, akan lebih baik bagi pembeli untuk membeli komoditas dari pasar terbuka daripada harus memenuhi perjanjian di dalam kontrak dan melakukan transaksi komoditas di harga tetap yang cenderung lebih tinggi. Di samping itu, masalah lain saat itu adalah tidak adanya pihak ketiga yang bisa memastikan bahwa syarat dan ketentuan pada kontrak sudah dipenuhi atau belum oleh kedua belah pihak.

2.  Pasar Komoditas Berjangka Di Chicago

Kota Chicago muncul sebagai salah satu pusat utama bagi petani biji gandum di tahun 1840. Akan tetapi, selama musim panen yang berhasil, harga komoditas tersebut akan turun. Sebaliknya, apabila panen gagal, harga akan merangkak naik. Dengan alasan tersebut, terbentuklah Chicago Board of Trade (CBOT) dimana untuk kontrak berjangkanya dibuat pada tanggal 13 Maret tahun 1851.

Sedangkan pada tahun 1865, CBOT memberlakukan kontrak berjangka untuk beberapa komoditas seperti jagung, gandum, dan oat. Kontrak tersebut merincikan kuantitas dan kualitas komoditas yang akan dikirim dan membiarkan harga ditentukan oleh pasar.

Hal itu dapat membantu untuk mengetahui tingkat produksi sebenarnya yang akan diperdagangkan di pasar dari ribuan petani pada waktu tertentu dalam satu tahun. Selain itu, kontrak berjangka juga bisa membantu
dalam mengembangkan silo sebagai tempat penyimpanan dimana komoditas dapat tersimpan dengan aman dan dijual pada kemudian hari. Cara tersebut menghindarkan dari fluktuasi harga yang tidak wajar sebelumnya.

Pada tahun 1898, produk-produk lain seperti telur, mentega, kentang, dan bawang merah juga dimasukkan ke dalam sistem perdagangan berjangka (Chicago Butter and Egg Board). Pasar ini kemudian berganti nama
menjadi Chicago Mercantile Exchange (CME) pada tahun 1919. Sementara itu, pada tahun 1970 beberapa produk finansial lain juga ditambahkan.

Salah satu alasan utama naiknya popularitas pasar berjangka selama kuartal terakhir abad ke-20 adalah karena perubahan perubahan pada mekanisme kurs mata uang dalam sistem perekonomian dunia pasca perjanjian Bretton Woods dan berkembangnya mekanisme pasar bebas dalam menentukan nilai tukar.

Kondisi itu menyebabkan para produsen dan konsumen menghadapi fluktuasi pada kurs mata uang masing-masing. Setelah itu, hedging menjadi penting sekali untuk memastikan kelancaran operasional. Sehingga, pasar berjangka menyediakan mekanisme yang tepat untuk mengendalikan risiko dan imbal hasil.

3. Pasar Komoditas Berjangka Bermunculan Di Berbagai Negara

Pada saat yang bersamaan, pasar serupa juga mulai tumbuh di beberapa negara lain. Kontrak berjangka di New York untuk pertama kalinya diperdagangkan pada tahun 1850. Sedangkan di tahun 1870, terdapat sebuah standar tertentu untuk kontrak berjangka pada New York Cotton Exchange. Beberapa tahun kemudian yaitu pada tahun 1882, New Orleans Cotton Exchange mulai menggunakan kontrak berjangka. Perkembangan serupa juga terlihat di kota London, Amsterdam, Brussels dan lain-lain, termasuk di Indonesia. Dengan kecanggihan internet dan teknologi, trading menjadi sesuatu yang lebih umum.

Selain itu, CME juga meluncurkan trading platform elektronik bernama CME Globex. EUREX Exchange dibentuk pada tahun 1998 ketika pasar derivatif Jerman, Deutsche Terminborse (DTB) dan Swiss Options serta Financial Futures Exchange (SOFFEX) juga muncul. Bursa-bursa tersebut merupakan bursa pertama yang hanya menawarkan trading elektronik.

Secara global kini terdapat lebih dari 100 bursa, mulai dari raksasa CME Group hingga Sibex Exchange di Rumania dan Mercantile Exchange di Madagaskar. Kontrak berjangka yang awalnya bermula dari produk-produk pertanian, kini menjelma menjadi kontrak atas instrumen keuangan. Di samping itu, sebagian besar perdagangan dilakukan lewat bursa seperti EUREX yang sepenuhnya sudah beralih ke platform elektronik.

4. Pro Dan Kontra Adanya Pasar Komoditas Berjangka

Di samping pertumbuhan yang luar biasa pada bursa berjangka tersebut, beberapa orang masih keberatan terkait dengan sistem perdagangan dalam bursa. Alasannya adalah perdagangan dalam bursa berjangka
dianggap mirip dengan judi. Padahal, seperti yang sudah diketahui bahwa perjudian utamanya bergantung pada keberuntungan dan peluang dari pemainnya. Sedangkan trading berjangka di bursa ini membutuhkan penelitian, analisis data, perencanaan, kedisiplinan dalam trading dan manajemen dan masih banyak lagi.

Selain itu, bursa berjangka juga menyediakan peluang kepada produsen dan konsumen yang ingin melindungi diri dari risiko fluktuasi harga dan faktor eksternal. Bahkan, bursa berjangka juga bisa memberikan peluang bagi spekulator yang sudah melakukan penelitian serta perencanaan matang untuk mencari profit dari trading mereka.

Penutup
Terlepas dari pro-kontra yang melingkupi pasar komoditas berjangka, kehadirannya dapat mempermudah proses dalam menemukan harga komoditas, melindungi pembeli dari fluktuasi harga yang tidak jelas, dan membantu kelancaran operasional produsen. Apalagi kini pasar komoditas berjangka termasuk salah satu bagian integral dalam struktur ekonomi dunia dan dibutuhkan oleh para penjual maupun pembeli komoditas di seluruh dunia.

Neraca Perdagangan Suatu Negara

Dampak Neraca Perdagangan Pada Nilai Mata Uang
  Analisa Fundamental  

Di masa lalu, data neraca perdagangan berdampak tinggi pada pasar forex mengingat pengaruhnya yang langsung pada nilai tukar mata uang suatu negara terhadap negara partner dagangnya. Namun pada dekade terakhir ini pengaruhnya tampak semakin berkurang seiring dinamika pasar dengan indikator fundamental lainnya yang lebih berdampak pada perekonomian. Namun demikian dalam jangka pendek neraca perdagangan masih berdampak terutama jika data yang dirilis menyimpang jauh dari perkiraan pasar.

                                         

Secara sederhana neraca perdagangan atau trade balance adalah nilai total ekspor suatu negara dikurangi dengan nilai total impornya. Jika nilai total ekspor suatu negara lebih besar dari nilai total impornya maka neraca perdagangan dikatakan mengalami surplus. Dalam hal ini artinya negara tersebut mampu menjual produk-produk yang dihasilkan dengan nilai total lebih banyak dari nilai total yang dibelinya dari negara-negara lain. Pendapatan yang diperoleh dari total ekspor lebih besar dari pengeluaran untuk impor, sehingga mengalami surplus.

Secara umum hal ini berarti perekonomian negara tersebut relatif lebih kuat dibandingkan negara partner dagangnya. Akibatnya nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung menguat terhadap negara partner dagang. Penguatan nilai tukar mata uang tersebut mengakibatkan harga produk-produk yang diekspor lebih mahal dari produk-produk yang diimpor dari negara partner dagang. Dalam kenyataannya nilai tukar mata uang suatu negara akan cenderung menguat jika negara tersebut mampu mempertahankan kondisi surplus neraca perdagangannya.

Sebaliknya jika total pengeluaran suatu negara untuk impor lebih besar dari total yang diperolehnya dari ekspor, maka artinya negara tersebut membeli lebih banyak produk-produk dari negara partner dagangnya dibandingkan negara tersebut menjual produk-produknya ke negara partner dagang. Dalam hal ini neraca perdagangan dikatakan mengalami defisit. Negara tersebut lebih banyak membeli dan mengkonsumsi produk-produk negara partner dagang daripada menjual produk-produknya sendiri ke negara partner dagangnya, sehingga negara partner dagang relatif lebih untung dari produk-produk yang diekspor.

Secara umum hal ini berarti perekonomian negara partner dagang relatif lebih kuat dibandingkan negara tersebut, akibatnya nilai tukar mata uang negara partner dagang cenderung menguat, atau nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung melemah terhadap mata uang negara partner dagang. Pelemahan nilai tukar mata uang tersebut mengakibatkan harga produk-produk yang diimpor lebih mahal dari produk-produk yang diekspor ke negara partner dagang. Negara yang mengalami defisit neraca perdagangan secara terus-menerus, dalam jangka panjang nilai tukar mata uangnya cenderung melemah.

Negara dengan neraca perdagangan yang surplus akan mendorong negara partner dagang yang defisituntuk memperlemah (men-devaluasi) nilai tukar mata uangnya untuk membuat produk-produk ekspornya lebih kompetitif. Produk-produk ekspor yang lebih kompetitif akan meningkatkan volume ekspor dan pada akhirnya mempersempit defisit neraca perdagangan. Jika nanti neraca perdagangan kembali surplus, maka dalam jangka panjang nilai tukar mata uang negara tersebut akan cenderung menguat.

Sumber : www.etoro.com : The Implications of the Balance of Trade on Forex Trading

Customer Price Index (CPI)

Indikator CPI Dan Tingkat Inflasi
Analisa Fundamental

Consumer Price Index (CPI) adalah indikator fundamental yang digunakan oleh banyak negara untuk mengukur tingkat inflasi dan sering kali dipakai sebagai patokan untuk menentukan suatu kebijakan ekonomi yang paling efektif.

Seperti diketahui negara-negara industri maju selalu memantau tingkat inflasi dari waktu ke waktu. Informasi mengenai tingkat inflasi pada suatu periode tertentu diperoleh dari perubahan harga di tingkat konsumen maupun tingkat produsen. Di tingkat konsumen dinamakan CPI sedang di tingkat produsen disebut PPI (Producer Price Index).

CPI adalah perubahan harga rata-rata di tingkat konsumen pada sejumlah jenis barang dan jasa tertentu. Di Amerika Serikat pengukuran CPI dibagi atas 2 kelompok populasi besar, yaitu keluarga atau individu perkotaan yang dinamakan CPI-U (CPI-Urban) dan pekerja kantoran (clerical worker) yang disebut CPI-W.

Agar ada acuan angka untuk diperbandingkan, Bureau of Labor Statistics  (BLS) AS menggunakan referensi dasar pada rata-rata perubahan level harga atau indeks rata-rata selama 36 bulan, dari tahun 1982 sampai dengan 1984. Angka referensi dasar tersebut adalah 100. Selanjutnya BLS melakukan pengukuran dengan formula yang dibuat berdasarkan bilangan referensi dasar tersebut. Misalnya jika CPI sama dengan 110 berarti ada kenaikan tingkat harga-harga sebesar 10%, dan jika CPI 90 artinya turun 10%.

Tentu saja hasil pengukuran tersebut tidak dibuat berdasarkan data yang detail dan menyeluruh, tetapi diasumsikan cukup bisa mewakili perubahan tingkat harga pada ke 2 populasi besar tersebut. Orang awam umumnya menganggap CPI sebagai ukuran tingkat pengeluaran keluarga atau individu, dan ukuran daya beli mata uang akibat inflasi. CPI diukur berdasarkan kategori barang dan jasa yang dikonsumsi oleh 2 populasi besar tersebut diatas. Yang paling utama antara lain:

- Makanan dan minuman (cereal untuk sarapan pagi, susu, kopi, anggur, daging ayam, makanan snack)
- Sarana perumahan (harga sewa atau kontrak rumah atau apartemen, furniture, bahan bakar kompor gas)
- Pakaian dan perhiasan (kemeja dan jas pria, pakaian kerja wanita, perhiasan)
- Sarana transportasi (harga mobil baru, tiket pesawat, bahan bakar mobil, asuransi kendaraan bermotor)
- Sarana kesehatan (obat-obatan, biaya dokter umum, biaya menginap di rumah sakit, kacamata)
- Hiburan dan rekreasi (harga pesawat televisi, hewan peliharaan, peralatan olah raga, mainan anak-anak, tiket masuk tempat-tempat hiburan)
- Sarana pendidikan dan komunikasi (biaya sekolah atau kuliah, meterai, perangko dan biaya internet, pulsa telepon, komputer dan perlengkapannya)
- Barang dan jasa lainnya (tembakau dan produk-produk rokok, ongkos potong rambut dan perawatan tubuh lainnya, biaya pemakaman)

CPI dibagi atas 2 jenis:
~CPI inti (Core CPI)
~CPI total.

CPI inti tidak memperhitungkan kategori barang makanan dan minuman, bahan bakar kompor gas dan bahan bakar mobil yang fluktuasi-nya cukup besar.

Rilis data CPI dinyatakan dalam persentasi perubahan dari data sebelumnya per bulan, dan total persentasi dalam setahun (12 bulan) dibandingkan dengan data tahun lalu atau year over year.

Pemerintah dan bank sentral selalu memonitor perubahan CPI dari waktu ke waktu sebagai patokan utama untuk mengetahui tingkat inflasi. Dalam menentukan tingkat suku bunga, bank sentral selalu melihat pada perubahan indikator CPI dan PPI, disamping beberapa indikator fundamental lainnya. Sebagai trader forex kita mesti mengikuti data indikator CPI ini yang dirilis setiap bulan karena dampaknya cukup tinggi terhadap nilai mata uang.

Sumber : www.dailyfx.com
                www.bls.gov

Produsen Price Index (PPI)

PPI (Produsen Price Index)
Indikator Fundamental

Sama dengan indikator Consumer Price Index (CPI), indikator Producer Price Index (PPI) digunakan untuk memperkirakan tingkat inflasi.

Indikator tingkat inflasi sangat penting untuk mengetahui level perekonomian suatu negara. Inflasi yang relatif rendah dan stabil sering terjadi pada negara-negara yang pertumbuhan ekonominya positif dengan kebijakan moneter yang memadai. Peran bank sentral dalam mengendalikan tingkat inflasi sangat besar.

                              

Sebaliknya perlambatan ekonomi dengan GDP yang cenderung negatif terjadi pada negara-negara yang mengalami deflasi.

Deflasi yang berkepanjangan bisa menimbulkan resesi.

Dalam hal ini bank sentral berusaha dengan berbagai tindakan untuk mendongkrak inflasi ke level positif. Sementara ekonom dan analis lebih fokus pada indikator CPI, seberapa jauhkah peran PPI sehingga di banyak negara menjadi indikator fundamental  yang berdampak tinggi?

CPI mengukur perubahan harga rata-rata sejumlah jenis barang dan jasa tertentu di tingkat konsumen, sementara PPI mengukur perubahan harga rata-rata sejumlah jenis barang dan jasa tertentu di tingkat produsen.

Jadi dalam hal ini PPI berhubungan dengan harga jual di tingkat produsen. Perubahan harga di tingkat produsen akan berdampak langsung pada harga beli konsumen. Perbedaan keduanya terletak pada angka mark-up, pajak penjualan dan biaya operasional produsen.

Mengukur besaran PPI

Ada 3 faktor dalam mengukur besaran PPI yang didasarkan pada proses tingkatan dalam produksi. Indeks harga diukur pada :
~tingkatan bahan mentah (crude material),
~produk setengah jadi (intermediate) dan
~produk final (finished good).

Untuk bahan mentah disebut dengan PPI Commodity Index, yang mengukur perubahan harga bahan-bahan seperti biji besi, alumunium hingga kedelai dan gandum.

Pada tingkatan produk setengah jadi disebut dengan PPI Stage of Processing Index. Barang-barang pada tingkatan ini misalnya kertas, kulit, gula setengah jadi, dan lainnya.

Pada negara-negara industri, PPI untuk produk final biasanya dinyatakan dalam PPI inti (Core PPI).

PPI untuk produk final inilah yang dirilis tiap bulan dan digunakan sebagai referensi. PPI inti tidak memasukkan item-item pada PPI Commodity Index yang volatilitasnya tinggi, yaitu bahan bakar dan bahan makanan. Meski mengurangi akurasi PPI, namun untuk jangka panjang PPI inti lebih bisa dipercaya sebagai referensi mengingat sering terjadinya ketidak-seimbangan permintaan dan penawaran bahan bakar dan makanan yang akan sangat mempengaruhi kalkulasi PPI untuk jangka panjang.

Pentingnya indikator PPI

PPI adalah indikator awal bagi harga barang dan jasa ditingkat distributor atau WPI (Wholesale Price Index) dan CPI. Perubahan harga di tingkat produsen akan langsung berdampak pada distributor, retailer dan pada akhirnya konsumen. Dari urutan kejadiannya, indikator PPI sebenarnya adalah yang pertama kali menunjukkan tingkat inflasi sehingga biasa digunakan sebagai patokan untuk memprediksi angka CPI.

Dengan memperhatikan perubahan PPI, analis bisa mengetahui sebab perubahan CPI. Jika misalnya CPI naik lebih cepat dari kenaikan PPI, maka tentunya ada faktor lain yang menyebabkan distributor dan retailer menaikkan harga jualnya hingga inflasi meningkat lebih besar dari perkiraan.

Bagi konsumen dan investor, memperhatikan trend PPI bisa memprediksi arah inflasi. Terutama bagi investor, akibat inflasi memang tidak sedramatis crash di pasar, namun bisa menggerogoti return dan merusak portofolio investasi.

Sumber : www.investopedia.com - Predict Inflation With The Producer Price Index

Rabu, 07 September 2016

KEGAGALAN FOREX, APA SEBABNYA?

Apa sebab gagalnya para newbie dalam bisnis Forex


Hallo gais, jika anda gagal dalam bisnis ini maka tolong jawab dengan jujur... Gagal Karena apa?

  • Kalah karena selalu salah dalam menentukan arah OP (open posisi)
  • Kalah karena tidak tahu besarnya berapa harga OP
  • Kalah karena belajar cuma 3 hari
  • Karena tidak tahu analis, baik teknik atau fundamental
  • Kalah karena Broker tidak jujur menurut anda
  • Kalah karena yang ngajari tidak memberikan pelatihan yang bagus
  • Kalah karena saya tidak tahu bagaimana menjalankan bisnis ini


Lanjuti dah tulis uneg uneg yang banyak.
Jika semua pertanyaan diatas dijawab "ya", maka hentikan trading anda, dan mari diskusi bersama.

Banyak orang yang mengalami seperti anda, yang hanya menjadi obyek orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Yang penting dia dapat hasil, tak peduli kondisi trading anda bagaimana. Siap tidak siap anda di paksa terjun. Terjun tanpa RESERVE. Gila!.

Jika anda mulai belajar yang benar selama 3 bulan atau bahkan 6 bulan, setelah anda tahu dan semakin tahu maka anda baru tahu, kalu dulu anda berguru pada orang yang keliru, sok tahu,anto bahkan orang yang bernafsu tetapi tak berilmu.

Eeit jangan salah sangka bukan aku ngajak anda berguru padaku, aku juga belajar dan terus belajar, mencari ilmu dalam memperbaiki style trading yang efektif. Belajar dari buku, dari internet dari diskusi dengan orang orang yang sukses, membaca ....dan terus membaca....belajar dan terus belajar. Dan aku mengajak belajar bersama sama.

Karena trading forex adalah usaha yang beresiko tinggi, maka sangat wajib hukumnya untuk faham terlebih dahulu. Tak ada bisnis di dunia ini yang bisa dikerjakan dengan santai pada awalnya. Jika bisa dengan santai maka sudah banyak yang berhasil. Faktanya hanya 10% yang sukses.

Hanya orang-orang yang mau bekerja keras sajalah yang berhasil dalam dunia usaha, trading Forex pun begitu. Bahkan lebih keras dari usaha apapun. Sangat keras dalam prakteknya otomatis dalam belajar juga harus keras. 

Ngeri ya...Hehehe. tetapi jangan takut. Kan belum terjun, belum pernah rugi. Jadi belajar saja dulu.... belajar sampai bisa.